Daerah Istimewa Yogyakarta, pertengah Juni 2027 Anna POV Samar-samar, aku bisa mendengar percakapan di balik pintu kayu dua daun di hadapanku ini. Sebenarnya lebih seperti pertikaian daripada percakapan, satu suara menimpa suara lainnya. Dan dari nada bicaranya, aku tahu mereka sedang membicarakan sesuatu yang penting dan intens. Aku memutar mataku, berdebat di dalam kepalaku sendiri. ‘Apa aku harus masuk ke sana?’ ‘Yeah, ini sudah bagian dari pekerjaanmu anna…’ Aku meremas ujung kemejaku, menarik nafas panjang sebelum kemudian mengetuk pintu kayu itu. Hening. Dadaku berdebar. Mengantisipasi. “Masuk.” suara akrab yang dingin mempersilahkanku masuk. Ada rasa sesak yang tidak biasa di dadaku ketika memasuki ruangan polos minimalis dengan jendela kaca besar di satu sisi, memperlihatk

