Seorang laki-laki dalam balutan kemeja biru terang memasuki ruangan putih tulang dengan beberapa lukisan bergantungan di dindingnya. Ada sebuah satu set sofa kulit hitam, meja kopi kecil, karpet berbulu yang hangat, dan jendela besar dengan bingkai kayu antik. Ada juga beberapa rak buku yang berjejer di ruangan dengan berbagai buku referensi karya Albert Bandura, Jim Phelps, dan Judith Beck. Pakar kejiwaan dunia. Laki-laki itu berjalan menuju sebuah meja ek di salah satu sisi ruangan, mengulurkan tangannya, membuka sebuah laci kayu yang penuh dengan kumpulan map kuning dengan label putih di sisinya. “K” Laki-laki itu bergumam. Jarinya-jarinya berjalan menyusuri kumpulan map kuning itu, matanya dengan telaten memindai nama-nama yang tertulis di atas label putih itu ‘Kaila, Kamila, Kaneish

