RIDHO POV Apa kamu pernah menyentuh besi panas? Iya itu yang aku rasakan sekarang, ketika melihat wajah mungilnya putih pucat seperti baru saja melihat hantu, dengan tubuh yang terkulai lemah di dalam pelukanku, bergetar. Cahaya dalam matanya padam, menatap mataku, seperti berteriak meminta tolong. Dadaku melepuh. “Aku melihat Nathan.” katanya dengan suara yang bergetar menahan tangis. Untuk sesaat aku tidak bisa bernafas. Ada sesuatu yang terasa begitu menyesakkan di dadaku. Rasa yang sama yang aku rasakan, saat melihat perempuan yang aku cintai, duduk di depan meja akad, menunggu laki-laki lain. “Sialan! Di mana?” Anna mengangkat tangannya ke udara, menunjuk sebuah kedai kopi bergaya kolonial. Mataku melebar, dan rahangku mengeras, aku bisa merasakan urat-urat leherku menegang. Di san

