Kata mereka rasa hanyalah rasa, sebuah reaksi kimia yang dipicu oleh otak. Tapi anehnya rasa sakit yang aku rasakan nyata. Hampir seperti dadaku benar-benar melepuh, dan hampir seperti paru-paru benar-benar lumpuh. Aku aku menarik satu ujung bibirku ke atas, mengendus pahit dengan rasa yang mengganjal di dadaku. Menuang air panas dari dalam ketel di meja dapur, dan dalam hitungan detik, bubuk hitam di dalam cangkir larut lalu aroma kopi yang pekat mengisi seluruh ruangan. Aku tahu ini sudah terlalu malam untuk kopi. Dan mungkin aku akan menyesalinya, aku mungkin berakhir terjaga semalaman, tapi f**k it! Sekarang aku butuh kafein untuk meredakan rasa sakit di dadaku, yang entah mengapa terasa begitu nyata di tubuhku. Sebenarnya akan jauh lebih baik kalau aku punya sebotol wine sekarang, tap

