012 Ditampar Senior

1012 Kata
Bel istirahat berbunyi panjang, Alesha langsung menata mejanya yang memang cukup berantakan "Del, bawa bekal gak?" tanyanya. Adel yang tengah menata rambutnya itu menggeleng "Engga, temenin gue ke kantin yok." Alesha mengangguk lalu mengambil Tote bag yang berisi bakal yang ia bawa dari rumah. Gadis yang memakai bandana itu masih menjadi topik pergosipan di SMA Garuda. Bahkan banyak senior yang sengaja lewat depan kelas Alesha sembari berbisik saat melihat gadis itu. "Al, Lo gak papa?" tanya Adel saat ia merasa risih. Alesha tersenyum"Gak papa, lagian itu bukan kenyataan yang sebenarnya. Jadi gue gak merasa di interogasi banget. Tapi, maaf ya Del. Kalo gue bikin Lo gak nyaman." "Apaan sih Lo, gue tanya gitu bulan berarti gue gak nyaman. Tapi gue bakal robek tuh mulut merek yang gosipin elo!" ucapnya dengan nada tinggi sengaja agar beberapa orang mendengar nya. Mereka berdua terkekeh bersama "Dih, bisa-bisa ketawa padahal sahabatnya baru aja meninggal." cetus salah satu siswi yang berjalan melewati keduanya. "Del!" cegah Alesha saat Adel hendak menjambak rambut siswi itu "Jangan di ladenin." lanjut Alesha. Adel menghela nafasnya berat "Seumur-umur ini pertama kali gue di gosipin terang-terangan. Gue gak malu, cuma kesel aja sama omongannya yang sok tau padahal gak tau apa-apa!" Alesha memegang lengan Adel erat, sahabatnya ini memang sangat menggebu-gebu "Udah biarin Del." Keduanya kembali berjalan santai menuruni anak tangga hingga di tangga terakhir seorang senior laki-laki sengaja menghalangi langkah Alesha. "Kak, permisi. Kita mau lewat." ucap Alesha dengan nada sopan. Bukannya menyingkirkan tubuh besarnya, cowok yang memakai seragam sama persis seperti yang di kenakan alesha itu justru memajukan langkahnya hingga berada tepat di depan Alesha dan Adel. "Yang namanya Alesha mana?" tanyanya dengan nada tak sopan. Alesha menatap kedua bola mata milik seniornya itu dengan berani "Saya kak, ada apa ya kak?" Tiga cowok itu tertawa bersama "Bandrol berapa Lo sampe Orion mau?" Tanya seorang dari mereka yang memiliki rambut ikal. Alesha mengerutkan keningnya bingung "Gak usah cari masalah deh! Minggir!" ketus Adel mencoba menyingkirkan cowok yang menghalangi langkah mereka. "Ya udah sih sono pergi, gue gak ada urusan sama Lo!" ucap cowok berambut ikal lalu menarik lengan Adel hingga gadis itu menjauh dari Alesha. "Apa-apaan Lo!" ketus Adel menatap tajam kearah cowok yang menariknya. "Urus tuh ulet bulu." katanya, satu di antara mereka langsung berdiri tepat di depan Adel untuk menghalau gadis itu agar tak mendekati Alesha. Alesha mengeratkan pegangannya pada kotak bekal yang sedaritadi ia genggam erat. Jujur, ia takut"Maaf kak, salah gue apa ya?" tanya Alesha menundukkan kepalanya. "Lo cantik, gue suka." ucapnya memajukan badannya kearah gadis yang kini memundurkan kakinya kembali menaiki tangga dengan posisi terbalik. Mereka berlima menjadi tontonan beberapa anak-anak lain, banyak yang hendak lewat namun terhalang oleh mereka. Tak ada yang berani ikut campur ataupun sekedar melapor ke guru. Alesha mengigit bibirnya, cowok berbadan gempal itu mengambil kotak bekal Alesha tanpa persetujuan gadis itu. Alesha langsung menatap cowok didepannya "Kembalian kak! itu bekal gue!" Bukannya di kembalikan, ia justru membukanya. Disana, ada nasi putih, nugget, sosis dan sekotak saus. "Kak! Jangan di makan! itu punya gue!" tegas Alesha berusaha meraih kembali kotak bekalnya. Lagi-lagi gadis itu terdiam saat cowok itu memakan bakalnya. Adel tengah sibuk beradu mulut dengan dua seniornya yang tak kalah rese dadi cowok berbadan gempal di depan Alesha itu. "Ah gak enak udah gak anget, mau gue traktir makan gak? mumpung gue bermurah hati." ucapnya lalu membuang bekal milik Alesha ketempat sampah tak jauh darinya dengan melemparnya. "Makasih kak tapi maaf gue bukan pengemis yang minta-minta makanan punya orang lain!" Cowok itu terkekeh lalu menarik kerah Alesha "Bacot juga Lo! yang sopan sama senior!" Bukannya takut, Alesha justru melotot seperti menantang "Maaf ya kak, gue kira Lo gak perlu perlakuan yang sopan, tapi Lo hanya perlu perlakuan yang sama." "Lepasin kerah gue atau gue laporin Lo ke BK?!" Seniornya itu terkekeh "CK, oke gue lepasin Lo." ucapnya lalu mendekatkan wajahnya kearah telinga Alesha "Asal Lo mau gue sewa nanti malem." bisiknya. "Gimana? tertarik? gue bayar mahal deh, lebih mahal dari Alain." lanjutnya mengedipkan sebelah matanya seperti menggoda lalu melepaskan genggamannya. Ingin sekali Alesha muntah detik ini juga! "Lepasin gue bangs-" Plak Satu tamparan mengenai Alesha. Gadis itu diam mematung, ini kali pertama ia di tampar. Rasanya seperti terbakar. Adel mendelik saat suara tamparan terdengar nyaring di telinganya, ia menatap Alesha dengan pipi yang memerah. Air mata gadis itu akan jatuh sebentar lagi, Alesha menatap senior didepannya "Itu pelajaran buat junior yang gak sopan sama seniornya!" ucapnya lalu langsung pergi begitu saja melewati Alesha. "Heh bego! berani-beraninya Lo nampar sahabat gue?!!" Adel semakin emosi dibuatnya. Jika Alesha tak menarik lengan Adel mungkin gadis itu sudah menendang perut buncit cowok itu. "Al, Lo gak papa? Ayo gue anterin ke UKS." ucap Adel panik, ia mengecek luka Alesha. "Al, maaf tadi gue gak bisa nolongin elo." ucap Vanessa yang memang sedaritadi berada di atas tangga. Alesha tersenyum "Udah gak papa, nanti juga sembuh ko." ucapnya. Adel menggeleng"Gak bisa! kita harus lapor ke guru!" "Gak perlu Del, udah gak usah di perpanjang juga. Gue yakin mereka juga takut." jelas Alesha. Dilain tempat Kepulan asap rokok terlihat dari kejauhan, disana ada sekitar 7 siswa yang tengah menyesap rokok satu di antaranya tengah terlelap di bangku panjang tepat di bawah pohon mangga. Mereka masih berada di sekitar sekolah, meski sudah di luar gerbang namun tetap saja asapnya berhembus hingga kedalam area sekolah. Seperti biasa, mereka berkumpul di warung belakang sekolah saat jam istirahat pertama. Seorang cowok yang memiliki alis tebal berlari kearah kerumunan "Napa Lo?" tanya Nino. Cowok itu menepuk-nepuk dadanya lalu terbatuk sebentar "Tadi cewek Lo berantem." ucapnya dengan cepat. Nino langsung membuang sisa rokoknya "Berantem sama siapa! kalo ngomong yang jelas! gak mungkin cewek gue buat masalah!" Jihad, dia jihad salah satu anggota Corvus yang masih duduk di kelas 10 "Gue gak tau detail nya yang pasti temen cewek Lo sempet di tampar sama senior." Alain langsung bangun dari tidurnya saat mendengar kabar jika teman Adel ditampar seseorang. Siapa lagi teman Adel selain Alesha? "Siapa! kasih tau gue siapa orang yang berani nyentuh milik gue b*****t!" jelas Alain. ..... see you next part Salman sellaselly12
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN