13
Perempuan itu punya saya!
____
Bel pulang sekolah telah berbunyi, Alesha langsung membereskan buku-bukunya setelah sang guru keluar dari kelasnya.
"Del, gue hari ini piket. Lo mau tungguin gue?" tanyanya menatap Adel yang duduk di sebelahnya.
"Boleh, gue bantu doa aja tapi."
Alesha terkekeh geli mendengar jawaban dari sahabatnya itu "Iya, lagian gue gak sendiri. Ada Vannesa juga. Lo tunggu di depan aja gak papa."
"Oke, gue tunggu di depan ya Al."
Alesha mengangguk, Adel bangkit dari duduknya setelah mengemasi barang miliknya yang tadi berantakan di atas meja.
Ditempat lain,
"Al, bang Diki minta kita kumpul di markas. Bahas anak Corvus yang di cegat Pegasus. Kemar-"
Belum selesai Bagas berbicara Alain memotongnya dengan cepat "Gue gak bisa, ada urusan." ucapnya langsung pergi begitu saja setelah kelasnya sudah mulai sepi.
Jangan berfikir Alain mengikuti kegiatan belajar mengajar, sepanjang pelajaran Alain justru tertidur pulas di bangkunya.
Tak akan ada yang mempermasalahkan hal itu, lagipula siapa yang berani menegur Alain? Kepala sekolah saja sudah angkat tangan.
Alain ikut absen kelas saja itu sudah suatu hal yang luar biasa.
Alain berjalan cepat menuruni anak tangga dengan menenteng ranselnya yang entah apa isinya.
Setelah sampai di tempat parkir, cowok itu berdiri tepat di depan sebuah mobil berwarna silver milik seorang yang sangat ingin ia hajar.
Dengan santainya cowok itu mengeluarkan sekotak rokok lalu mengeluarkan sebatang rokok. Sisanya ia taruh kembali ke saku celana abu-abunya.
Mematik api lalu menyulutkan ke rokok yang sudah ia sesap kini. Banyak siswa-siswi yang menatapnya dengan tatapan yang entah apa artinya.
Alain bersandar di mobil yang sedang ia tunggu pemiliknya datang.
Banyak kaum hawa yang menatapnya terang-terangan. Lagipula siapa yang tak jatuh hati pada pesona Alain?
Cowok berandal itu seperti tak memiliki kekurangan, hanya akhlak nya saja yang kurang.
Alain menegakkan tubuhnya saat seorang cowok berbadan cukup gempal mendekati dirinya.
"Mimpi apa gue semalem? sampe mobil gue diduduki ketua Corvus?" ucapnya terkekeh seakan sudah akrab dengan Alain.
Alain terkekeh lalu menegakkan tubuhnya, menyesap rokoknya lalu menghembusnya dengan sekali hembusan.
Tinggal setengah batang, Alain membuang rokoknya asal.
Ia terkekeh geli menatap cowok didepannya itu "Dimas?" tanya Alain menatapnya tajam.
Dimas, cowok yang tadi menampar Alesha waktu istirahat itu tersenyum saat ia tak menyangka Alain mengenal dirinya "Gila, Lo ken-"
Bugh,
Tanpa aba-aba, Alain menendang perut Dimas hingga cowok itu terjungkal kebelakang.
Suara jeritan langsung terdengar dari siswi yang melihatnya, banyak dari mereka yang langsung mengeluarkan ponselnya.
Alain tak peduli, ia membuang asal ranselnya "Tunggu!" ucap Dimas saat Alain hendak melayangkan tinjunya.
Dimas mendudukan tubuhnya "Gue salah apa anjir!" ucapnya sambil memegang perutnya.
Alain terkekeh geli "Tanga tangan Lo b*****t!" ucapnya lalu langsung menarik kerah Dimas.
"Al, gue beneran gak tau apa-apa! nyenggol Lo aja gu-"
bugh,
Alain meninju perut Dimas, ia tak peduli jika dirinya sudah menjadi pusat tontonan sekarang.
"Gak usah manipulatif! gue gak bakal buat masalah kalo gak ada yang nyari masalah sama gue?!" ucapnya.
Dimas terbatuk-batuk "Gue bener-"
Brak,
Dimas kembali terjungkal kebelakang saat Alain mendorong tubuhnya, cowok itu berdiri tepat di atas Dimas dengan satu kaki berada tepat di atas d**a cowok itu.
"Perempuan yang Lo tampar, itu milik gue b*****t!" ucapnya penuh emosi.
Alain langsung menghajar Dimas membabi buta tanpa perlawanan dari Dimas.
Ia tak memberi kesempatan bagi Dimas untuk menjelaskan apa yang sebenernya terjadi. Lagipula Alain tak membutuhkan penjelasan apapun.
Suasana semakin panas, Alain tetap meninju Dimas meski lawannya sudah terkapar dengan penuh luka.
Alesha, gadis itu berdiri disamping sahabatnya dengan tatapan tak percaya apa yang di lakukan Alain tepat didepan matanya.
Setelah mendengar ada perkelahian di parkiran, Alesha kebetulan sudah selesai piket dan hendak pulang itu tak berniat untuk melihat perkelahian antara Alain dan cowok yang menamparnya itu.
Niatnya hanya ingin mengambil motornya lalu pulang kerumah seperti biasanya "Del, panggil Riko!" ucap Alesha cepat.
"Cowok gue ada rapat pengurus Al!" ucap Adel.
Alesha menatap sekitarnya, banyak siswa namun tak ada inisiatif untuk memisahkan mereka berdua.
"Al, Lo mau kemana?!"
"Pisahin mereka! kalo gak cowok itu bakal mati di tangan Alain!" ucapnya lalu berlari kecil menghampiri Alain.
bugh,
Alesha mengigit bibir bawahnya takut, ranselnya tergeletak di samping Dimas saat ia melemparnya kearah Alain.
Alain menatap Alesha lalu berjalan mendekat, perlahan Alesha justru memundurkan langkahnya menjauh.
Gadis itu berlari kecil mengambil ranselnya "Maaf kak." ucapnya singkat lalu berlari membelah kerumunan disusul Adel tanpa mendengarkan ucapan Alain yang menyuruhnya berhenti.
Alain menarik salah seorang siswa "Urus dia!" ucapnya tegas lalu berlari mengejar Alesha.
Kenapa takdir selalu mempertemukan dirinya dengan Alesha diwaktu yang tidak tepat?!
Alain mengacak rambutnya kesal saat Alesha dan Adel sudah pergi menggunakan Taksi.
Bahkan Alesha meninggalkan sepeda motornya.
Alain merogoh saku celananya, mengambil ponselnya lalu menelfon Bagas, sahabatnya.
"Lo dimana anjing!"
"Nap Lo?! Gue dah otw ke markas bareng anak-anak lain. Lo nyusul cepet!"
Alain kembali mengacak rambutnya kesal. Cowok itu berlari kearah parkiran kembali.
Dimas sudah tak ada di tempatnya, mungkin sudah di bawa oleh orang suruhan Alain tadi.
Cowok itu mengambil ransel miliknya lalu berjalan menuju motornya. Masih banyak pasang mata yang menatapnya.
Bahkan sudah ada yang mengunggah vidio perkelahian Alain di forum sekolah.
Alain menjalankan motornya santai, menuju tempat dimana seharusnya ia berada.
Di sisih Alesha.
Gadis itu memegang tangan Adel "Al Lo gak papa?"
"Del, ini kali pertama gue liat orang di gebukin tepat di depan mata gue."
Adel merangkul sahabatnya itu, mengelusnya pelan "Gak usah di pikirin Al, tindakan Lo tadi udah bener ko." ucap Adel menenangkan.
Alesha mengangguk "Gue takut kak Alain makin kenal gue."
"Kalo ketemu Alain lari langsung aja, maaf Al gue gak bisa bantu kalo masalah Alain. Gue bener-bener gak bisa banget." ucap Adel.
"Maaf Al, gue gak mau identitas gue kebongkar sekarang." Ucap Adel dalam hati.
_____
see you next part
Salman
sellaselly12