Malam di unit perawatan intensif (ICU) Asan Medical Center memiliki ritmenya sendiri. Sebuah simfoni buatan yang menenangkan sekaligus menipu. Bunyi bip yang teratur dari monitor jantung, desis lembut ventilator yang memompa kehidupan, dan dengungan rendah dari mesin-mesin canggih yang tak pernah tidur. Semuanya dirancang untuk menciptakan ilusi stabilitas, sebuah kebohongan yang diperlukan di ruangan tempat hidup dan mati berdansa di ujung jarum. Di ranjang nomor tujuh, Bima terbaring dalam keheningan itu, tubuhnya terhubung oleh selang dan kabel pada menara mesin yang menjadi penyambung nyawanya. Pukul 03:14 pagi. Perawat Jina Park sedang melakukan patroli rutinnya. Ia memeriksa infus Bima, mencatat angka-angka di monitor pada papan catatannya. Semuanya tampak normal. Tekanan darah 120/

