Affan menggeleng pelan. Lalu, memalingkan wajahnya ke arah lain. Sejak pemuda itu dengan lancangnya memeluk Riska, ia merasa murka. Namun, dirinya lagi-lagi ditampar oleh kenyataan, jika gadis yang ia cinta, hanya mencintai sahabatnya. "Oh iya, Fan, nanti Bang Revan yang bayar. Berhubung dia lagi ulang tahun, jadi dia bagi-bagi PU." Revan menoyor kepala adik sepupunya. Bisa-bisanya, gadis itu mengatakan dirinya ulang tahun. Padahal, hari ulang tahunnya masih dua bulan lagi. "PU ndasmu!! Ulang tahun gue masih lama!!" Pukul 21.00 WIB Riska dan teman-temannya kembali mengobrol di teras. Alasannya, karena Kakek baru tiba dari perkebunan dan membutuhkan waktu untuk beristirahat. Mereka membahas segala hal, yang pasti, Riska berusaha mengabaikan Andra yang menatapnya penuh gairah. Ia rasa

