Semua teman-temannya yang dari Jakarta menatap heran penampilan Riska yang berubah menjadi sosok gadis alim. Seolah tak mempermasalahkan tatapan teman-temannya, Riska berjalan menghampiri mereka. Tak lupa, menyapa. Namun, mereka sama sekali tak merespon. "Ya Allah, gue tuh nanya, gimana kabar kalian?! Terus, kenapa bisa tau, kalo gue ada di sini?!" pekik Riska merasa geram. Vera berdiri di depan leader mereka. Yeah, Riska adalah ketua dari organisasi yang mereka bentuk untuk membantu para fakir miskin dan anak jalanan. Masalah dana, mereka mengumpulkannya setiap bulan. Kemudian, disalurkan kepada orang-orang yang membutuhkan. "Ini beneran Leader kita?" Riska mengangguk. Lalu, mereka semua tersadar dan langsung berhamburan memeluk tubuh rampingnya. Hampir saja, Riska terjatuh ke bela

