Riska menatap pantulan dirinya di depan cermin. Hari ini adalah hari pernikahannya. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis. Kehidupan baru akan segera dimulai. Ia mengedarkan pandangan ke setiap sudut kamar yang telah didekorasi dengan sangat indah. Dalam semalam, kamarnya yang semula berantakan telah disulap menjadi kamar yang begitu rapi dan bersih dengan nuansa putih. Warna yang paling tidak disukainya. "Leader, Riska!!" teriak beberapa orang membuat si empunya nama berbalik badan. Mereka adalah teman-teman perempuan Riska yang datang untuk menemaninya sampai ijab kabul nanti. Masih ada waktu sekitar satu jam sebelum masa gadisnya berakhir. Setelah itu, ia akan berganti status menjadi seorang istri. Teman-teman Riska berhamburan memeluk sang Leader yang sebentar lagi akan

