45. Terobsesi, Bukan Cinta

2550 Kata

Setibanya di rumah, mereka semua dihadang oleh Rini yang berkacak pinggang di depan gerbang. Riska tampak begitu santai melihat raut amarah di wajah sang Mama. Setelah Riska turun dari motor, teman-temannya langsung berpamitan karena tak mau berurusan dengan singa betina itu. Ustadz Rifki mengucapkan salam dan mencium punggung tangan ibu mertuanya. Kemudian, disusul oleh yang lainnya. "Assalamu'alaikum, Ma." "Assalamualaikum, Tante." "Wa'alaikumussalam." Rini memandang putrinya yang tengah memainkan kuku. Ia merasa geram melihat gaun yang dikenakan Riska sudah tak terbentuk lagi. Padahal, gaun tersebut dirancang oleh designer terkenal. Namun, karena Riska yang senang sekali mencari gara-gara dengan orangtuanya, ia menggunting gaun itu tanpa peduli akan kerugian yang dialami oleh kedua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN