46. Dia adalah Rayyan

2695 Kata

Riska menggeliat kecil saat mendengar suara adzan shubuh berkumandang. Perlahan, kedua matanya terbuka. Suara guyuran air yang berasal dari kamar mandi membuatnya kembali memejamkan mata. Rasanya, ia masih mengantuk. Mengerjakan tugasnya semalam, sungguh melelahkan. Ditambah dengan dirinya yang tengah datang bulan, Riska memutuskan untuk menyambung tidur. Tepat pada sepertiga malam, ia terbangun untuk melaksanakan sholat malam. Namun, tamu bulanannya lebih dulu datang. Saat Riska baru memejamkan mata, suara decitan pintu terdengar. Tanpa sengaja, ia menoleh pada lelaki yang tengah bertelanjang d**a itu. Segera, ia menutupi wajah dengan dua tangannya. "Maaf, Riska. Saya lupa membawa baju tadi." ucapnya sambil mencari-cari baju yang masih berada di dalam koper. Riska menggigit bibir baw

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN