Riska mendorong tubuh suaminya agar menyingkir, lalu ia duduk diantara keduanya. Revan menggeser duduknya agar adik sepupunya tidak kesempitan. Namun, Riska malah memepetkan tubuh padanya. Hingga akhirnya, ia memutuskan berpindah duduk di sofa single. Membuat gadis itu mengerucutkan bibir. "Kenapa pindah ke situ sih, Bang?! Gue 'kan mau cerita ke lo!!" seloroh Riska yang ikut berpindah duduk. Ia tak sudi, jika harus duduk di sofa yang sama dengan suaminya. "Lo kalo mau cerita, ya cerita aja! Nggak usah mepet-mepet ke gue!!" ketus Revan memandangnya sinis. Riska mengulum senyum. Ia melirik sang suami melalui sudut matanya. Baiklah, ia akan mulai berakting memanas-manasinya. Tak peduli jika nantinya Ustadz Rifki akan terbakar api cemburu. Riska menumpu dagu, tatapannya lurus ke depan m

