"Dasar Ustadz m***m!" pekik Riska beranjak dari dalam kamar. Meninggalkan suaminya yang merasa sedikit bersalah. Seharusnya, respon Riska tak semarah itu. Mengingat keduanya sudah menjadi pasangan halal. Sepertinya, Riska memang sangat membenci dirinya. Membuat Ustadz Rifki merasa bingung harus melakukan apa. Haruskah, ia meminta maaf?. Tergopoh-gopoh, Ustadz Rifki menyusul. Niatnya yang semula ingin meminta maaf terpaksa terurung saat melihat istrinya menggemakan tawa bersama mereka. Dengan ragu, ia menempati tempat kosong yang tersisa. Ustadz Rifki tersenyum canggung pada Juna yang merangkul bahunya. "Dani, pindah lo! Ada Pak Bos nih!!" teriaknya membuat Dani berpindah tempat. Riska menatap tajam lelaki yang duduk di sebelahnya atas paksaan mereka semua. Kejadian di kamar tadi, masi

