Seorang lelaki terduduk sendirian di teras rumahnya. Ia merasa gelisah saat mendapat kabar dari sahabatnya, jika Riska jatuh sakit setelah kejadian semalam. Meskipun, siang nanti, sehabis mengajar mengaji, ia dan sahabatnya akan menjenguk, tetap saja dirinya tak bisa tenang. Sampai kedatangan adik laki-lakinya menyadarkan lamunan Ustadz Rifki. "Astaghfirullah, A', ngelamun aja dari tadi! Nih, ada titipan surat dari A' Affan." ujarnya sambil memberikan sebuah amplop berwarna putih. Ustadz Rifki tak langsung menerima. Ia menatap lekat amplop tersebut. Lalu, mengambilnya dari tangan Irham. "Kamu ketemu sama Affan, dimana, Ham?" tanyanya. "Di gang depan. Katanya, itu khusus buat A' Rifki." jawab Irham seraya mengedarkan pandangan ke sekitar halaman rumahnya. Ustadz Rifki terdiam. Ia ma

