27. Rencana Yang Kembali Gagal

2377 Kata

Riska memandang sendu kepergian teman-temannya. Meskipun sudah bertemu, rasa rindunya masih menetap di dalam kalbu. Setelah kendaraan yang mereka kendarai, hilang dari pandangan, Riska pun beranjak menuju rumah Ustadz Rifki. Ia akan mengambil buah mangga yang akan diberikan padanya oleh lelaki itu. Dalam perjalanan, pikiran Riska melayang-layang entah ke mana. Hatinya terasa gelisah. Namun, segera ditepisnya. Ia berusaha menyakinkan diri, jika tak akan terjadi sesuatu hal yang buruk. "Assalamu'alaikum, Ustadz!" ucapnya pada Ustadz Rifki yang tengah membaca sebuah buku di tangannya. "Wa'alaikumussalam..." jawab Ustadz Rifki sambil meletakkan bukunya di atas meja. Lalu, melangkah ke dalam rumah mengambil buah mangga yang sudah disiapkannya. Riska masih berdiri. Ia menatap kedua kakiny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN