Saat ini, Riska dan yang lainnya berada di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta atas permintaannya yang ingin membeli kebutuhan rumah. Kebetulan stok bahan-bahan makanan yang ada di basecamp juga sudah habis. Mau tak mau membuat Riska harus mengeluarkan uang dua kali lipat. Meskipun suaminya ikut berbelanja, namun ia tak mengharapkan jika Ustadz Rifki akan membayarkan semua barang yang mereka beli. Karena pastinya, tak sedikit jumlah rupiah yang dikeluarkan. "Nino, Mamas, lo berdua ambil troli sana!" suruh Riska pada dua pemuda itu. "Siap Leader!" seru mereka. Diam-diam, Riska melirik suaminya yang tengah mengamati berbagai jenis makanan ringan yang tertata rapi di rak-rak. Tanpa sadar senyumnya terukir. Gadis itu tak menyangka jika suaminya bisa mengendarai kendaraan beroda empa

