"Assalamu'alaikum." ucap Riska berjalan pelan. Ia menggigit bibir bawahnya melihat seorang lelaki yang terduduk di sofa ruang tengah sambil menatap ke arahnya. Ia baru pulang dari rumah kakak sepupunya dan ketiduran di sana. Saat terbangun, dirinya terburu-buru pulang dan tak menyangka jika suaminya sudah tiba di rumah. Karena sejak minggu lalu, suaminya mulai bekerja di perusahaan sang Papa. "Wa'alaikumussalam." jawab Ustadz Rifki menyodorkan tangannya. Riska terdiam. Sebelah alisnya terangkat. Tepat mendengar dehaman suaminya, Riska terpaksa mencium punggung tangannya. Kemudian, melangkah menuju kamar. Ustadz Rifki menggelengkan kepala melihat kelakuan istrinya yang berubah. "Riska, setelah mandi mari makan bersama. Saya sudah beli makanan saat pulang tadi." ujarnya menghentikan lan

