33. Pasar Malam

2364 Kata

Kegiatan rutin yang biasa dilakukan oleh Riska sudah tak dilakukannya lagi, sejak ia datang bulan dan kembalinya marbot masjid. Jadi, ia memfokuskan diri untuk bisa membaca Al-Qur'an. Dalam waktu singkat ini, ia sudah mengkhatamkan iqro. Karena dulu, ia pernah mengaji sampai juz amma. Tetapi, Riska tak pernah mengaji lagi setelah pindah ke Jakarta saat kelas lima di sekolah dasar, hingga membuatnya benar-benar terlupa akan huruf-huruf yang ada di Al-Qur'an. Namun, saat ia mempelajarinya dengan sungguh-sungguh, ia kembali bisa. Dan entah mengapa, dirinya merasa dimudahkan. Mungkin, karena do'a-do'anya dan orang-orang disekitarnya. "Riskaa!!" teriak Revan memasuki rumah dengan langkah tergesa-gesa. Mendengar namanya dipanggil, Riska hanya terdiam sambil melirik ke arah pintu utama. Tak la

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN