34. Diluar Dugaan

1973 Kata

Pagi-pagi sekali, Riska sudah bersiap untuk pergi ke perkebunan. Sebelum itu, ia harus menjemput Rafli terlebih dulu. Untungnya, Revan mengetahui letak rumah anak laki-laki tersebut. Hingga membuat Riska sedikit lega. Setelah memakai jaket, ia menuruni anak tangga dan duduk di kursi ruang makan—menunggu Kakek dan kakak sepupunya yang masih berada di dalam kamar. "Eh, Neng Riska sudah bangun?! Sudah sholat shubuh belum, Neng?" tanya Bi Arum yang baru tiba di dapur. Wanita itu masuk ke dalam rumah ini menggunakan pintu belakang yang terhubung dengan rumahnya. "Udah Bi. Oh ya, Bi Arum buat nasi goreng aja, yang simple. Soalnya, Riska udah laper banget, Bi!" seloroh Riska tercengir kuda. Bi Arum mengangguk patuh, dan langsung menyiapkan bahan-bahan. Riska memainkan ponselnya sembari menu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN