35. Kejujuran Riska

2329 Kata

Ustadz Rifki dan Revan yang sedari tadi mengamati, langsung berlari menghampiri. Amarah kentara sekali di wajah Riska. Gadis itu tak terima akan fitnah yang dituduhkan pria tua tersebut. Ia sudah tak peduli lagi, jika dirinya membuat keributan maka akan menurunkan citranya sebagai cucu orang nomor satu di desa. "Kalo bukan kamu siapa, lagi? Mereka bilang, kamu ada di sini sejak tadi!!" Riska memutar tubuhnya, lalu berjongkok di depan Rafli yang tampak ketakutan. Jangan sampai, anak laki-laki itu merasa tertekan atas masalah yang terjadi saat ini. "Rafli, kamu ambilin Kak Riska minum dulu ya? Kak Riska haus soalnya." ucapnya lembut dan langsung diangguki oleh Rafli. Anak laki-laki itu bergegas mengambil air minum yang hanya dijadikan alasan agar ia tak menyaksikan keributan ini. Setelah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN