31. Kebahagiaan Ustadz Rifki

1213 Kata

Ustadz Rifki melempar ponselnya ke ujung ranjang. Dadaanya berdebar kencang. Selama hidupnya, ia baru merasakan debaran seperti itu. Sejenak, ia meyakinkan bahwa dirinya benar-benar memiliki rasa padanya. Namun rasanya aneh. Mereka belum lama mengenal, tapi mengapa bisa, rasa itu tumbuh dengan cepat?!. Suara dering ponsel mengalihkan pandangannya. Tanpa sadar, ia mengulum senyum setelah membaca pesan dikirimkan olehnya melalui nomor sahabatnya. Revan |Assalamu'alaikum, Calon Imam😊 by : Riska cantik🤗 "Calon imam?" gumamnya dengan senyum merekah. Dari ambang pintu Irham menyaksikan kakak laki-lakinya senyam-senyum seorang diri. Seketika, ia yakin, jika kakaknya itu tengah terjangkit virus cinta. Menyadari sang ibu yang hendak melewatinya, Irham pun memberi isyarat pada Fatimah agar me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN