38. Satu Hari Lagi

2099 Kata

Sekembalinya dari rumah Ustadz Rifki, Riska terus mengurung diri di dalam kamar disebabkan oleh rasa malu yang tak bisa dibendungnya lagi. Menggigit bantal guling adalah hal yang dilakukan Riska saat ini. Ia sama sekali tak beranjak dari atas kasur. Duduk bersila dan kembali membayangkan kejadian tadi. "Aduh, kenapa gue bisa cemburu buta kek tadi, sih?!!!" gumamnya melempar bantal ke sembarang arah. "Manalagi, si Adeknya Ustadz Rifki kek ketakutan gitu sama gue. Padahal, gue 'kan nggak nyeremin. Muka cantik kayak bidadari gini masa buat si Halimah takut sih? Bisa-bisa, gue gagal jadi kakak iparnya." celoteh Riska yang teringat ketika Halimah tak berani menatapnya. Ada rasa kesal yang menyelinap masuk ke dalam hati, tetapi Riska tahan untuk tidak menegurnya. Karena Halimah adalah adik ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN