Seorang gadis berjingkrak-jingkrak kegirangan melihat seorang pemuda tampan nan imut yang tengah mengepel lantai masjid. Teriakan histeris menghentikan kegiatan mengepel pemuda itu. Riska yang tak mau membuang kesempatan langsung mencubit kedua pipinya. Ia merasa gemas, apalagi dengan bulu mata lentik dan bibir tipisnya. "Ya Allah, kamu pangeran dari mana? Kok imut banget sih?!!" teriaknya histeris membuat si pemuda kalang kabut. Awalnya, Riska berencana untuk membersihkan masjid. Ia pikir, marbot masjid sedang tidak ada karena keadaan masjid yang sedikit kotor. Oleh karena itu, ia memutuskan melakukan kegiatan yang sempat terhenti karena sekembalinya marbot ke desa. Namun yang terjadi malah ia menemukan seorang pemuda imut itu. Jujur saja, Riska tak bisa menyembunyikan rasa gemasnya.

