Sebentar lagi azan ashar berkumandang. Ustadz Rifki menghampiri istrinya yang terlelap. Setelah mendapat kejelasan, Ustadz Rifki kembali tinggal satu kamar dengan istrinya. Mereka melanjutkan kehidupan layaknya seorang suami-istri pada umumnya. Namun, mereka belum melakukan itu. Ustadz Rifki akan menunggu istrinya siap terlebih dahulu. "Riska, bangun dulu, Sayang. Sebentar lagi ashar, kamu mandi, terus kita sholat berjama'ah lagi." ucap Ustadz Rifki lembut seraya membangunkan istrinya. "Emmm..." gumam Riska membuka matanya perlahan. "Riska masih ngantuk, Ustadz." ucapnya sambil memeluk erat bantal guling. Ustadz Rifki menghela napas. "Bangun dulu, Riska. Tidurnya bisa dilanjut nanti malam." tukasnya membuat Riska mengalah. Sebuah senyuman terbit di wajahnya saat melihat Riska yang ba

