58. Berkunjung Ke Desa

1227 Kata

Ustadz Rifki mengelus kepala sang istri yang tengah memeluknya saat ini. Mereka masih berada di rumah Revan, Riska yang meminta untuk menginap di sini. Gadis itu masih belum bisa melepas kepergian kakak sepupunya. "Ustadz nggak akan ikut pergi ninggalin Riska kayak Bang Revan 'kan?" "Nggak, Sayang." "Ustadz nggak bohong 'kan?" "Nggak, Riska. Saya nggak akan ninggalin kamu. Karena kamu itu wanita yang paling saya cinta setelah ibu." Riska semakin mengeratkan pelukan ketika sang suami mengecup lama puncak kepalanya. Ustadz Rifki hanya berani melakukan itu, tidak dengan yang lain. Ia akan tetap menunggu istrinya siap untuk memberikan haknya. Riska menyeka air matanya yang lagi-lagi melolos. Setiap mengingat Revan yang pergi, hanya membuatnya ingin menangis. Ia kesal pada keluarga Naysa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN