59. Mangga Muda

1468 Kata

"Maaf." "Ayah sama Ibu mana?" tanya Riska yang belum bersalaman dengan Ayah dan Ibu mertuanya. "Di ruang tamu. Lagi ngobrol sama Papa dan Mama." "Anterin Riska ke ruang tamu, Ustadz." pintanya sambil menarik ujung pakaian Ustadz Rifki. Tangan Riska digenggam. Tak mungkin, Ustadz Rifki membiarkan istrinya menarik ujung pakaian yang ia kenakan di saat suasana rumahnya ramai seperti ini. Kemudian, mereka melangkah menuju ruang tamu. "Assalamu'alaikum, Ayah, Ibu." ucap Riska seraya mencium punggung tangan ayah dan ibu mertuanya. "Wa'alaikumussalam, sudah bangun, Ris?" tanya Fatimah yang menarik tangan sang menantu untuk duduk di sebelahnya. "Iya, Bu." "Riska, Papa dan Mama ke rumah Kakek duluan ya?" ucap Rini hendak berpamitan. Riska hanya mengangguk menanggapinya. Ia masih harus be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN