"Riska, ayo pulang! Ibu udah siapin makanan buat kita!!" pekik Ustadz Rifki seraya menggenggam tangan istrinya. "Nggak, sebelum Ustadz ambilin mangga itu buat Riska." kekehnya seraya melepaskan genggaman tangan lelaki yang ingin mengajaknya pulang cepat. Tujuannya menyusul karena untuk menjemput istrinya pulang dan menyuruhnya makan. Kali ini, istrinya harus makan. Cukup dirinya mengalah pada Riska yang selalu beralasan tak memiliki nafus makan sejak kepergian kakak sepupunya. Riska menoleh ke belakang, ia menarik sudut bibir melihat Pakde Hamid yang keluar rumah. Segera, ia berlari menghampiri. Tak peduli akan tatapan tajam yang menyergapnya. "Pakde! Riska mau mangganya ya..." pintanya yang dibalas anggukan oleh pria paruh baya itu. "Ambil saja, nak Riska." "Ustadz! Ayo ambil mangg

