Pagi ini, sepasang suami-istri istri tengah joging berkeliling desa. Semua mata terpukau akan mereka yang saling mencinta. Mereka merasa salut pada perjuangan seorang gadis yang tak pernah menyerah demi mendapatkan cinta seorang Ustadz. Ada beberapa dari mereka yang merasa iri, atau bahkan tak rela jika Ustadz yang dikagumi menikah dengan gadis yang tak memiliki rasa malu itu. Tetapi Riska tak peduli. Toh, ia hidup tak menyusahkan mereka semua. Di sini, ia hanya sementara dan akan kembali ke Jakarta. "Ustadz, inget nggak sih, waktu kita joging pertama kalinya?" tanya Riska yang ingin bernostalgia. "Inget." "Sumpah ya, wajah Ustadz itu keliatan ganteng banget pas kena sinar matahari. Makin bercahaya gitu." celetuknya membuat Ustadz Rifki terkekeh. Langkah Riska terhenti saat sang sua

