Tok tok tok "Assalamu'alaikum, Kakek..." ucap Riska sembari masuk ke dalam rumah. Ia memanyunkan bibir melihat sang Kakek yang tengah mengobrol dengan kakak sepupunya, Rizvan. Kemudian, dirinya duduk di sebelah Kakek. Menyembunyikan wajah di balik bahunya yang masih asyik mengobrol dengan cucu laki-lakinya itu. "Kamu kenapa, Ris?" tanya Kakek yang dibalas gelengan kepala olehnya. Riska menarik tubuhnya menjauh. Ia sedikit menunduk untuk menyeka air mata yang mendesak keluar. Semua itu tak luput dari pandangan Rizvan yang sebenarnya sangat ingin dekat dengan Riska. Namun, adik sepupunya itu selalu saja bersama Revan. Gadis itu tak mau dekat dengan sepupu yang lain, atau lebih tepatnya menjaga jarak. "Bang Rizvan!" panggil Riska membuyarkan lamunannya. "A-Apa?" "Gue minta maaf atas p

