Lalu, Hesti pun pergi mengikuti Riyan dan Mamanya. Hesti menggandeng tangan Cika. Aku tersenyum melihat mereka. Aku hanya berdoa demi kebahagiaan dan kebaikan Hesti. Ya, walau aku sendiri mengalami keterpurukan. Setelah kepergian Hesti, aku tidak langsung pergi dari alun-alun ini, aku masih menikmati indahnya hari senja. Lama sekali aku tak pernah menikmati keindahan senja. Kali ini aku bisa dengan tenang menikmatinya karena tidak terburu-buru untuk mencari masjid untuk sholat, karena memang sedang tidak sholat. Aku merenungi nasib hidupku. Entah, sampai kapan akan seperti ini. Aku berharap semoga Althan segera sembuh, jadi aku bisa secepatnya pulang kembali. Ya, walaupun sebenarnya sekarang pun aku bisa pulang, karena kondisi Althan pun sudah membaik. Namun, aku telanjur berjanji untu

