Nasihat Untuk Acitya

1256 Kata

Aku duduk di balkon kamar sambil membaca novel, karena masih proses pemulihan juga. Untuk sementara kerjaan aku juga cuti untuk kerjaan editorku. Baru setelah nanti sembuh aku kembali fokus menulis dan melakukan kerjaan editor. Ponselku berdering, aku menerima panggilan telepon yang ternyata dari Hesti. “Gimana kondisi kamu, Cit?” tanya Hesti. Ah, Hesti begitu peduli padaku, dia selalu mengkhawatirkanku. “Alhamdulillah sudah agak baikan, Hes.” Aku menjawab dengan lirih. “Syukurlah kalau gitu.” Hesti terdengar menarik napas lega. “Kamu jangan banyak pikiran, ya, Cit,” lanjut Hesti. “Iya Hes, nggak, kok,” jawabku. “Nggak usah mikirin Althan, biarin aja dia kena karmanya karena udah nyakitin kamu.” Lagi-lagi Hesti mengancamku, dia melarangku memikirkan Althan. Aku hanya dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN