Meminta Maaf

1181 Kata

Aku hanya diam mendengar nasihat Mas Evin. Aku akan tetap pergi menengok Althan. Aku harus memberi semangat padanya. Karena hari semakin sore, Mas Evin pun mengajakku pulang.     “Ya udah, ayuk kita pulang, ntar keburu gelap.” Mas Evin berdiri dan menatapku.     Aku hanya mengangguk. Lalu, Mas Evin mengajakku naik mobilnya. Di dalam perjalanan pulang, kami hanya diam. Kami larut dalam pikiran masing-masing. Kami tak ada yang memulai obrolan. Pikiranku entah ke mana.   Tak lama, kami pun sampai di rumah. Aku mempersilakan Mas Evin untuk mampir, tetapi dia tak mau. Katanya kasihan Vilia, anaknya itu meminta Mas Evin untuk segera pulang.     Setelah kepergian Mas Evin, aku pun segera masuk. Lalu, membersihkan diri. Aku menanti waktu salat Magrib sambil mengaji. Namun, tiba-tiba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN