Setelah hampir satu jam, akhirnya sampailah di makam. Mama dan Papa mengikutiku. Saat memasuki area makam tercium aroma khas bunga kamboja. Kami melangkah masuk ke dalam area makam. Makam Serkan berada agak jauh di dalam. Aku menarik napas dalam. Setelah melewati beberapa makam, sampailah kami di makam Serkan. Aku langsung bertelut di tanah makam. Kemudian, mengusap nisan bertuliskan nama Serkan. Ya Allah ... bayi kecil itu harus pergi mendahuluiku. Aku tergugu sambil terus memegang nisan. Hesti mengusap-usap pundakku menenangkan. “Citya jangan nangis, kasihan Serkan. Kamu doakan saja dia. Insyaallah dia yang akan menuntunmu ke surga.” Hesti mengusap pundakku dengan lembut. Mama dan Papa juga berjongkok di sampingku. Lalu, memegang nisan Serkan setelah aku berg

