Kesedihan Bertubi-tubi

1230 Kata

Kabar dari Beyza benar-benar membuatku tak habis pikir. Hatiku teramat sakit. Althan sungguh tega. Dia telah menodai kesucian pernikahan ini. Aku terus menangis, hingga tanpa sadar terdengar azan Isya. Setelah menidurkan Serkan, aku langsung melaksanakan kewajibanku, salat empat rakaat dengah penuh kusyuk. Air mataku terus mengalir tak mau berhenti.   Aku memohon ampun pada Allah. Mungkin ini karma karena dulu aku melupakan Allah. Aku juga mendoakan kebahagiaan Mama, Papa, dan Mas Hamdan di alam sana. Aku terus tergugu. Rasanya aku ingin pergi ke tempat Althan sekarang dan menyeretnya pulang. Di sini ada anak dan istrinya yang menanti kehadirannya. Justru dia harus berduaan dengan wanita lain. Ah, apakah semua pria memang sama? Suka berselingkuh dan memanfaatkan keadaan? Entahlah.   Se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN