Aku bersyukur acara akad berjalan dengan lancar. Kini, tinggal menanti acara resepsi. Malam harinya, aku tidur di kamar Althan ditemani Hesti. Hesti memang kuminta menginap di sini sampai acara resepsi pernikahanku selesaj. Aku bersyukur Hesti mau menuruti permintaanku. Mas Evin tidur di kamar tamu di lantai bawah. Althan untuk sementara juga tidur di kamar bawah. “Hesti, Cika emang nggak apa-apa kamu tinggal sampai lebih dua hari?” tanyaku setelah aku selesai mandi dan membersihkan diri. “Nggak apa-apa Cit. Udah biasa. Kan, aku sering ada acara ke luar kota dan Cika di rumah sama Bi Marni.” Hesti yang sedang fokus pada ponselnya menoleh ke arahku dan tersenyum. “Ya, kan, harusnya ke sini diajak. Kan, dia udah besar pasti ngertilah nggak mungkin ganggu lo. Ka

