Acara Ijab Kabul

1465 Kata

Setelah ditunggu-tunggu akhirnya tiba juga waktu pernikahanku dengan Althan. Rasanya deg-degan meskipun ini pernikahan yang keduaku. Walaupun aku dan Althan pernah menjadi suami istri, tapi rasanya berbeda dengan dulu. Dulu ada Mama yang menemani, kini aku bersama orang-orang asing. Hesti menemaniku di kamar selama aku dirias. “Santai, Cit, jangan tegang.” Hesti menenangkanku. Aku yang sedang dirias hanya diam saja. Untuk akad aku memakai gaun pengantin satin sederhana. Berbentuk siluet A-line yang klasik dengan warna krem yang kalem. Di bagian d**a dihiasi dengan bordiran dan di bagian bawah dihias dengan renda. Sederhana, tapi terkesan elegan. Lalu, setelah wajahku selesai dirias, MUA memakaikan hijab putih senada dan menyematkan long laces veil, supaya terkesan stunning kata periasn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN