Bertemu Orang Asing

1529 Kata

Papa dan Mama mengangguk sambil tersenyum. Aku semakin mengeratkan pelukan. Namun, lambat laun, Mama dan Papa tinggal bayangan saja. Aku berteriak histeris ketika melihat Mama dan Papa perlahan bayangannya menghilang. Mereka melambaikan tangannya.   “Selamat tinggal Citya. Jaga diri baik-baik, ya.” Mas Hamdan tersenyum. Lalu, perlahan bayangannya juga menghilang.   Aku berteriak memanggil mereka. Mencoba berlari ke sana kemari, berharap masih bisa menemukan mereka.   “Mama! Papa! Mas Hamdan!” teriakku. Namun, tak ada jawaban atau suara apa pun. Aku pun tersungkur ke padang pasir.   “Citya! Citya!” Aku langsung terkaget ketika merasa ada yang mengguncang tubuhku. Aku langsung membuka mata. Napasku terengah-engah.   “Citya, kamu kenapa?” tanya Hesti menatapku dengan wajah khawatir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN