Bertemu Almarhum Mama

1662 Kata

Setelah pergi dari rumah Althan, aku pun mencari taksi dan ingin pergi yang jauh dari rumah. Meski hati kecilku berkata kalau ini tidak boleh dilakukan sebab seorang istri pergi meninggalkan rumah suami tanpa didampingi siapa pun. Bahkan, suamiku melarang tadi.   “Btohlah, toh, Althan sudah menyakiti hatiku. Dia sudah berkhianat.” Aku bermonolog.   Buliran hangat terus mengalir membasahi pipi. Rasanya tak sanggup menghentikannya. Aku pun terus melampiaskan kesedihan di hati. Andai saja Mama masih hidup, mungkin saat ini aku sedang berkeluh kesah pada Mama, menceritakan semua masalah ini. Sungguh hatiku sakit dan nyeri.   “Mbak mau ke mana?” tanya sopir taksi.   “Nggak punya tujuan, Pak.” Suaraku bergetar karena masih saja menangis.   “Mbak pasti ada masalah, ya? Ingat Mbak setia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN