Hari-hariku sekarang terasa hampa sekali. Aku seperti tak punya semangat hidup lagi. Aku sudah memutuskan untuk berpisah dengan Althan. Aku tak mau melanjutkan hubungan pernikahan yang tak sehat ini. Lagipula, Althan sudah menikah lagi tanpa persetujuan dariku. Aku sangat membenci Althan. Saat aku sedang merenung, tiba-tiba bel berbunyi. Tak lama kemudian, masuk seorang wanita yang sama sekali tak pernah kuharapkan. “Citya, mana suamiku? Kenapa lama sekali nggak pulang ke rumah aku?” Tiba-tiba seorang wanita bertanya padaku tentang suaminya. Aku pun langsung mendongak. “Beyza? Ngapain kamu ke sini?” tanyaku heran. “Pake tanya ngapain lagi! Ya, aku ke sini mau jemput suamikulah. Udah lama nggak pulang ke rumahku. Harusnya kamu kasih tahu dong, kalau udah waktunya pulang ke r

