Seharian aku menjaga Althan. Tanpa terasa waktu sudah sangat sore. Aku pun sudah waktunya pulang. Sesudah makan dan minum obat, aku berpamitan pada Althan. “Althan, sekarang kamu di sini dulu sama Mbak Ratih. Aku mau pergi sebentar.” Aku mencoba berpamitan dengan baik agar Althan tidak menoleh. Mendengar kata-kataku Althan langsung menatapku tajam. Dia menggeleng dengan kuat. “Nggak! Kamu nggak boleh pergi.” Althan langsung menggenggam tanganku dengan erat, seolah-olah takut kehilangan. “Althan, aku cuma sebentar. Kamu sama Mbak Ratih dulu. Kan, kalian sahabat,” bujukku. Althan masih terus menggeleng. Lalu, Mbak Ratih ikut membujuk. “Mas Althan, kita, kan, sudah jadi sahabat. Jadi, ya, bisa bersama.” Mbak Ratih membujuk Althan. “Aku janji akan cepat kembali,” ucapku sambil me

