"Sana kuliah yang bener, jangan deketin cowok, aku jemput kamu nanti." "Tunggu-" Rendi mengangkat tangannya menghentikan ucapan Nadia "Ingat ada Anya, jadi jangan sampai dia curiga." setelah itu Rendi pergi meninggalkan Nadia yang masih tertegun. "Siapa sih, Nad?" tanya Galih yang ternyata menghampirinya. "Bukan siapa-siapa," ucapnya dengan kesal, lalu pergi meninggalkan Galih. "Loh baksonya gimana Nad?!" teriaknya. "Buat lo aja." Galih berdecak dan langsung kembali ke kedai bakso, menatap dua mangkuk bakso yang sudah mereka pesan dengan kesal, bagaimana dia menghabiskannya. Selesai kuliah Rendi benar-benar menjemput Nadia, dia sengaja menunggu di gerbang kampus agar memastikan Nadia benar-benar terlihat. Benar saja saat ini dia melihat Nadia berdiri di dekat gerobak pedangang ber

