Yasmin mengambil bunga lili dari mobilnya. Perempuan itu tersenyum lebar pada Yasa yang masih terlihat kesal. Yasmin menutup pintu mobilnya dan menggandeng Yasa. "Kenapa aku harus ikut, sih? Kenapa Mbak Yasmin memaksaku untuk ikut?" tanya Yasa dengan kesal. "Kemarin Kaelan datang ke rumah dan kamu tak ada. Dia menanyakanmu. Kalian sudah tiga tahun tak bertemu. Apa kamu tak merindukan Kaelan?" tanya Yasmin sambil memasuki rumah sakit Medistra. "Merindukan Kaelan? Yang benar saja. Apa yang Mbak Yasmin pikirkan? Aku terlalu sibuk untuk ikut campur masalah Mbak dengan Kaelan lagi," kata Yasa. "Diamlah, aku tahu kamu juga senang melihat Kaelan. Kamu merasa bersalah juga padanya, kan? Kamu tidak bisa membohongiku, Yasa," kata Yasmin. Mereka masuk ke ruangan Marcia. Melihat Louis dan Kaelan

