Sebelum kematian orang tuanya, Yasmin sudah dewasa dari anak-anak pada umumnya. Yasmin tak pernah menangis di kelas. Anak itu tak pernah memaksa orang tuanya untuk membelikannya sesuatu. Yasmin tak mengikuti temannya yang lain. Saat temannya memiliki mainan baru, Yasmin tak pernah menginginkannya. Saat temannya bercerita tentang liburan mereka bersama orang tuanya di luar negeri, tentang pesta ulang tahun, atau kemah bersama orang tua mereka - Yasmin tak pernah cemburu. Yasmin cukup tahu kesibukan orang tuanya dan perempuan itu tak ingin menyusahkan orang tuanya. Bahkan Yasmin satu-satunya anak yang tak diantar saat berangkat sekolah. Waktu kecil, Yasmin bersekolah di yayasan yang cukup elit dan semua orang berangkat dengan mobil mewah lengkap dengan sopir mereka. Tak jarang anak yang lan

