Kaelan berdiri di depan gerbang rumah Yasmin lebih dari sepuluh menit. Berpikir apakah ia akan masuk atau lebih baik pulang. Setiap melihat Yasmin, Kaelan mengingat semua kesalahan keluarganya. Kaelan merasa tak berhak menerima cinta Yasmin, tapi tubuhnya tak bisa menolaknya. Kaelan tak bisa menolak di dekat Yasmin, jadi di sinilah Kaelan sekarang. Seperti orang bodoh yang tak tahu harus melakukan apa. Setelah lama berpikir, tiba-tiba gerbang terbuka dan Yasa muncul masih menggunakan piyama tidurnya. Laki-laki itu menatap Kaelan dengan matanya yang belum fokus. "Gue baru bangun tidur, buka jendela dan liat lo berjalan mondar-mandir di sini. Kenapa lo nggak masuk langsung, Kae? Lo tau kan kalau gerbang ini nggak pernah dikunci? Kuncinya hilang, jadi lo bisa buka langsung tanpa menunggu k

