PART 42 - Maaf

1993 Kata

"Selamat, Sheren. Aku turut senang jika kamu bahagia." Yasmin memeluk sahabatnya itu. Sedangkan Kaelan berdiri di belakangnya seperti seorang penjaga. Laki-laki itu merasakan beberapa teman Yasmin menatapnya dengan terang-terangan. Seperti memperhatikan Kaelan dari ujung kaki sampai ujung rambutnya. Ketika Kaelan balas menatap, mereka mengalihkan pandangan. "Terima kasih telah datang, Yasmin. Angkatlah teleponku dan kita bisa pergi kapan-kapan. Dulu kita sangat dekat dan aku menyukaimu. Aku kanget jalan berdua denganmu," kata Sheren. Yasmin mengangguk dengan ragu. "Boleh. Rumahku masih yang dulu jika kamu ingin berkunjung," kata Yasmin. Sheren tersenyum bahagia, lalu mengenalkan suaminya pada Yasmin dan Kaelan. Setelah berbincang cukup lama dengan Sheren, Yasmin mengajak Kaelan untuk p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN