"Kenapa? Apa aku mengatakan hal yang salah?" Laki-laki itu mengatakannya dengan lantang. Seolah dirinya lebih marah daripada Yasmin. Kenapa Kaelan terlihat kesal? Bukankah harusnya Yasmin yang kesal sekarang? "Salah, Kaelan. Sudah kubilang aku tak mau mereka melihatmu. Aku hanya ingin pergi dari sini dengan tenang tanpa membuat masalah dengan mereka. Tapi jika kamu mengatakan hal seperti tadi, mereka akan mulai membicarakanku." "Lalu apa kamu pikir aku akan diam saja mendengar perkataan mereka tadi, Yas? Mereka memojokkanmu. Kalau aku tidak datang, mereka akan terus menyerangmu. Apa itu orang-orang yang kamu anggap teman?" ujar Kaelan. "Aku tak pernah bilang mereka temanku." "Yasmin..." "Apapun yang mereka katakan, harusnya kamu menahannya, Kaelan. Jika kamu mengaku pacarku di depan

