Yasmin menatap kosong rintik hujan di balik kaca jendela rumahnya. Tangan perempuan itu mengaduk buburnya tanpa berniat memakannya. Seolah pikirannya hanya tertuju pada percakapannya kemarin dengan Karin. Yasmin tahu Kaelan akan pergi, tapi ia tak tahu akan secepat ini. Kaelan baru berbicara dengannya dua hari yang lalu dan hari ini laki-laki sudah pergi. "Mbak Yasmin tahu kan, kalo hari ini Kaelan pergi ke Amerika?" tanya Yasa yang mendekatinya. Yasmin mengangguk dan Yasa kembali berkata. "Kemarin Yasa sudah berpamitan sama teman-teman sekelas. Dia bakal pergi nanti sore. Mbak Yasmin tahu, kan?" tanya Yasa lagi. "Aku tahu." Yasa mengangguk, "Sebenarnya aku tak ingin memberitahu Mbak Yasmin, tapi Mbak tetap harus tahu. Aku akan menemani kalau Mbak ingin mengantar Kaelan. Wajah Mbak men

