PART 29 - Menginap

1888 Kata

Yasmin mengambil paprika di rak atas. "Jadi, Kaelan nggak datang kuliah selama seminggu ini?" tanya Yasmin pada Yasa yang mendorong troli di sebelahnya. "Iya. Kata kepala prodi, ayahnya mengajukan cuti untuk Kaelan. Sebenarnya apa sih yang terjadi di pesta itu? Aku tak menyangka masalah ini begitu serius sampai Kaelan benar-benar tak muncul selama seminggu." Yasa meletakkan paprika ke trolinya. "Apa ayahnya benar-benar mengurungnya di rumah? Hanya agar tak bertemu denganmu, Mbak?" Yasmin mengedikkan bahu. "Aku tak tahu. Tapi apapun itu, hal bagus karena temanmu itu akhirnya nggak ngikutin aku lagi." "Benarkah? Bukannya Mbak mengkhawatirkannya? Karena itulah Mbak selalu bertanya padaku setiap hari, apakah Kaelan sudah masuk kuliah," goda Yasa. Yasmin memukul ringan kepala adiknya dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN