"Yasa," panggil Kaelan. Yasa hanya melirik Kaelan dengan tajam. Laki-laki itu duduk di pojok, seakan tak ingin berdekatan dengan Kaelan. Tangannya bersedekap di da-da. Menatap lurus ke depan dengan wajahnya yang tampak sangat marah pada Kaelan. "Bagaimanapun juga, aku harus mengatakan semuanya pada Yasmin. Aku akan mengatakannya pada Yasmin. Apapun yang kamu lakukan, aku tetap akan mengatakannya, " kata Kaelan. Yasa menoleh dan menatap tajam Kaelan. "Bisa-bisanya kamu tak mengerti apa yang kukatakan? Yasmin tidak boleh tahu masalah ini, Kaelan! Kakakku sudah cukup berat menerima kenyataan bahwa orang tua kami meninggal karena kecelakaan pesawat! Dan kamu akan memberitahunya bahwa apa yang ia percayai selama ini salah! Bahwa keluarga laki-laki yang ia cintai berhubungan dengan kematian

